Berita mengenai peristiwa penusukan kelas tari bertemakan Taylor Swift berujung menewaskan 3 anak. Kini, pelantun Blank Space itu buka suara atas kejadian yang memilukan tersebut.
Dilihat dari Instagram Story Taylor Swift, ia mengatakan serangan yang terjadi di kota Southport, Inggris, terus menghantuinya.
"Kengerian serangan kemarin di Southport terus menghantui saya. Saya benar-benar terkejut," tulisnya dalam Story pada 30 Juli.
"Kehilangan nyawa dan kepolosan, dan trauma mengerikan yang menimpa semua orang yang ada di sana, keluarga, dan responden pertama," tulisnya lagi.
Kesedihan yang dialami Taylor Swift benar-benar dialaminya. Dia sampai gak habis pikir, kelas dansa yang digelar bertemakan namanya, justru berakhir dengan petaka.
"Mereka hanyalah anak-anak kecil di kelas dansa. Saya benar-benar bingung bagaimana cara menyampaikan simpati saya kepada keluarga korban," ungkapnya.
Kepolisian Merseyside mengonfirmasi ada 3 anak yang tewas dari peristiwa penusukan massal tersebut. Mereka berusia 6,7, dan 9 tahun telah meninggal karena mengalami luka-luka, hanya beberapa jam setelah terjadi serangan di 29 Juli.
Sementara 5 anak dan 2 orang dewasa lainnya masih dalam kondisi yang kritis.
Polisi telah menangkap pria 17 tahun yang merupakan pelaku penikaman. Ia ditangkap atas dugaan pembunuhan dan percobaan pembunuhan atas serangan di Southport.
"Penyelidikan masih dalam tahap awal dan motivasi insiden itu masih belum jelas. Namun, Polisi Antiterorisme Northwest telah menawarkan dukungan mereka," kata Kepala Polisi Merseyside, Serena Kennedy.
Taylor Swift Buka Suara atas Insiden Penusukan Massal di Kelas Tari

Tim Redaksi PUSAT BERITA ID
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan.
Baca Juga
Yayasan Pengelola 22 Dapur MBG di Jambi Dilaporkan, Dugaan Pemalsuan Dokumen Diselidiki Polisi
Sebuah yayasan yang mengelola puluhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jambi dilaporkan ke Polda Jambi atas dugaan pemalsuan dokumen. Kasus tersebut kini masih dalam tahap penyelidikan, sementara polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami laporan yang diajukan.
Polisi Gerebek Praktik Judi Berkedok Arena Permainan, 60 Orang Diamankan
Aparat kepolisian membongkar praktik perjudian yang beroperasi dengan kedok tempat permainan di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Dalam operasi tersebut, sebanyak 60 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan aktivitas perjudian. Berdasarkan laporan kepolisian, lokasi yang digerebek memanfaatkan mesin permainan yang dapat ditukar dengan hadiah tertentu sehingga diduga digunakan sebagai sarana perjudian.
Berita Terkini

Yayasan Pengelola 22 Dapur MBG di Jambi Dilaporkan, Dugaan Pemalsuan Dokumen Diselidiki Polisi
13 Jun
Polisi Gerebek Praktik Judi Berkedok Arena Permainan, 60 Orang Diamankan
13 Jun
MA Tolak Kasasi Jimmy Marsin, Vonis 10 Tahun Penjara Tetap Berlaku
13 Jun







