Penutupan sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah berdampak pada para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang. Tidak adanya aktivitas memasak dan distribusi makanan membuat sebagian relawan kehilangan penghasilan yang selama ini diperoleh dari program tersebut.
Salah seorang relawan memilih membuka usaha berjualan susu, telur, madu, dan jahe (STMJ) untuk tetap mendapatkan pemasukan. Usaha tersebut dijalankan sebagai pekerjaan sementara selama dapur MBG belum kembali beroperasi, sehingga kebutuhan sehari-hari keluarga tetap dapat terpenuhi.
Baca Juga: Klaim Didukung Petani, Ratusan Relawan SPPG Gelar Aksi Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Menurut para relawan, penghentian sementara distribusi makanan tidak hanya berdampak pada pekerja dapur, tetapi juga pada pihak lain yang terlibat dalam operasional SPPG, seperti pemasok bahan pangan, tenaga distribusi, hingga pelaku UMKM yang selama ini menjadi mitra program.
Meski harus mencari pekerjaan tambahan, para relawan mengaku tetap mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Mereka berharap operasional dapur dapat kembali berjalan setelah masa libur sekolah berakhir sehingga mereka dapat kembali bekerja seperti sebelumnya.
Baca Juga: PN Jakarta Selatan Gelar Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo
Para relawan juga berharap ke depan pemerintah dapat mempertimbangkan skema operasional selama masa libur sekolah agar para pekerja SPPG tetap memiliki sumber pendapatan. Menurut mereka, keberlangsungan aktivitas dapur tidak hanya bermanfaat bagi penerima program, tetapi juga bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari ekosistem MBG.
Pemerintah sendiri menghentikan sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis di sejumlah daerah karena menyesuaikan dengan kalender libur sekolah. Operasional dapur SPPG dijadwalkan kembali normal setelah kegiatan belajar mengajar dimulai, sehingga distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat dapat kembali dilaksanakan.
source: Dapur MBG Tutup, Relawan SPPG di Malang Nyambi Jual STMJ demi Nyambung Hidup












