Sedikitnya delapan warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan yang dilancarkan militer Israel di sejumlah wilayah Jalur Gaza. Serangan tersebut juga menyebabkan lebih dari 20 orang mengalami luka-luka dan kembali menambah jumlah korban sipil di tengah konflik yang masih berlangsung.
Salah satu serangan terjadi di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis, yang menghantam sebuah tenda pengungsian. Menurut otoritas kesehatan setempat, seorang ibu berusia 23 tahun dan anak perempuannya yang masih berusia satu tahun menjadi korban tewas dalam insiden tersebut. Serangan itu disebut terjadi setelah adanya peringatan kepada warga di sekitar lokasi.
Baca Juga: Klaim Didukung Petani, Ratusan Relawan SPPG Gelar Aksi Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Di lokasi lain, serangan di wilayah Qarara, sebelah barat laut Khan Younis, menewaskan seorang pria berusia 31 tahun. Sementara itu, serangan terpisah yang juga menyasar tenda pengungsi mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.
Di wilayah Deir al-Balah, Gaza bagian tengah, serangan pesawat nirawak dilaporkan menewaskan tiga orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia delapan tahun dan kakeknya. Otoritas kesehatan setempat menyebut para korban langsung dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.
Baca Juga: Pakistan Kembali Serang Afghanistan, Sedikitnya 36 Orang Tewas
Militer Israel menyatakan salah satu serangan dilakukan untuk menargetkan seorang anggota kelompok bersenjata yang dianggap mengancam keamanan. Namun, pihak militer belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai hasil operasi tersebut maupun tanggapan atas laporan jatuhnya korban sipil.
Insiden terbaru ini kembali memperlihatkan rapuhnya situasi keamanan di Jalur Gaza. Meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata sejak Oktober 2025, bentrokan dan serangan masih terus terjadi di berbagai wilayah, menyebabkan korban jiwa terus bertambah dan memperburuk kondisi kemanusiaan di kawasan tersebut.
source: Keji Serangan Israel Tewaskan 8 Orang di Gaza, Termasuk Ibu-Anak












