Jakarta – Pergerakan IHSG berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (28/4/2026), seiring tekanan yang terjadi di sebagian besar sektor saham.
Mengacu pada data perdagangan, IHSG terkoreksi 0,48% ke level 7.072,39. Sementara itu, indeks LQ45 turut mengalami penurunan sebesar 0,64% menjadi 682,32, menandakan pelemahan pada saham-saham unggulan.
Selama sesi perdagangan, IHSG sempat bergerak di kisaran tertinggi 7.151,50 dan terendah 7.032,98. Aktivitas pasar menunjukkan dominasi aksi jual, dengan 350 saham mengalami penurunan, 339 saham menguat, dan 129 saham tidak mengalami perubahan.
Frekuensi transaksi tercatat sekitar 2,14 juta kali dengan total volume perdagangan mencapai 31,9 miliar saham. Adapun nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp17,5 triliun.
Secara sektoral, mayoritas indeks mencatatkan pelemahan. Sektor consumer non-siklikal menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,61%. Selain itu, sektor teknologi turun 0,73%, infrastruktur melemah 0,84%, transportasi terkoreksi 0,45%, serta sektor kesehatan turun 0,42%.
Meski demikian, beberapa sektor masih menunjukkan kinerja positif, seperti sektor keuangan yang menguat 0,92%, sektor properti naik 0,27%, dan sektor industri mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,10%.
Di sisi lain, nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.236, yang turut menjadi perhatian pelaku pasar.
Salah satu saham yang melemah adalah CUAN yang turun 2,28% ke level Rp1.285 per saham, setelah sempat dibuka menguat di awal perdagangan.
Pelemahan IHSG ini mencerminkan kehati-hatian investor di tengah berbagai sentimen global serta tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik.
source: Liputan6










