Sebuah kapal super tanker Iran, yang dikenai sanksi Amerika Serikat (AS), telah memasuki perairan Teluk melalui Selat Hormuz, meskipun ada blokade laut yang diberlakukan oleh militer AS terhadap kapal-kapal yang mengunjungi pelabuhan Teheran beberapa waktu terakhir.
Pergerakan kapal super tanker Iran itu, seperti dilansir Reuters, Jumat (17/4/2026), terpantau oleh data shipping dari LSEG dan Kpler di kawasan tersebut. Itu menjadi kapal super tanker kedua Iran yang berhasil masuk ke perairan Teluk melewati Selat Hormuz, yang menjadi fokus perselisihan AS dan Iran.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade militer di kawasan tersebut pada Minggu (12/4), setelah perundingan damai antara Washington dan Teheran yang digelar di Islamabad pada akhir pekan berakhir tanpa kesepakatan apa pun
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan via media sosial X bahwa sedikitnya 10 kapal telah dipaksa berbalik arah dan tidak ada kapal yang menerobos sejak dimulainya blokade pada Senin (13/4) waktu setempat.
Namun, laporan kantor berita Iran, Fars News Agency, pada Rabu (15/4) menyebutkan bahwa sebuah kapal super tanker Iran, yang dikenai sanksi AS, telah melewati Selat Hormuz menuju ke pelabuhan Imam Khomeini di wilayah Iran, meskipun ada blokade laut.
Fars News Agency tidak mengidentifikasi kapal super tanker tersebut, atau memberikan detail lebih lanjut tentang pelayarannya.
Data dari LSEG dan Kpler menunjukkan bahwa sebuah kapal tanker jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) RHN, yang kosong atau tidak membawa muatan, memasuki perairan Teluk pada (15/4) waktu setempat. Tidak diketahui secara jelas ke mana VLCC, yang mampu mengangkut dua juta barel minyak itu, berlayar.
Masuknya kapal tanker VLCC RHN tersebut ke perairan Teluk terjadi sehari setelah VLCC Alicia, kapal super tanker Iran lainnya yang juga dikenai sanksi AS, berlayar melintasi Selat Hormuz. Menurut data Kpler, VLCC Alicia sedang berlayar menuju ke Irak.
Kedua kapal super tanker tersebut, berdasarkan data Kpler, memiliki riwayat mengangkut minyak Iran dalam beberapa tahun terakhir.
Kapal-kapal yang berbalik arah akibat blokade AS mencakup kapal tanker Rich Starry, yang juga dikenai sanksi Washington, yang kembali ke perairan Teluk pada Rabu (15/4), sehari setelah keluar dari perairan itu.
Iran, menurut sumber yang diberi informasi oleh Teheran, dapat mempertimbangkan untuk mengizinkan kapal-kapal berlayar bebas melewati sisi Oman di Selat Hormuz tanpa risiko serangan, sebagai bagian dari proposal yang ditawarkan dalam negosiasi dengan AS, asalkan kesepakatan tercapai untuk mencegah konflik baru.










